Now playing

News Magetan

News Magetan (125)

Rasi Fm - Kesulitan gelar pendidikan secara daring di tingkat PAUD dan SD membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan menempuh jalur aktifitas belajar tatap muka dengan sejumlah ketentuan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto mengatakan, kegiatan home visit bagi guru PAUD dan SD untuk menanggulangi kesulitan guru menggelar kegiatan belajar mengajar dengan system daring mengingat kesulitan infrastruktur dan pemahaman siswa terhadap pelaksanaan belajar secara daring. Meski dilakukan tatap muka langsung, namun guru harus memenuhi sejumlah ketentuan seperti wajib melakukan secara protokol kesehatan dan jumlah siswa tak lebih dari 5 siswa.
“ Secara bergiliran guru SD paud datang ke rumah dengan catatan kami sampaikan , ketika mengumpulkan tentu kerumah satu satu tidak mungkin, ada titik tertentu tetapi tidak boleh lebih dari 5 orang, dengan tetap taat pada protokol kesehatan utamanya mereka memakai masker, jarak ketika kegiatan harus dijaga,” ujarnya saat dialog system pembelajaran di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Radio Rasi FM.
Suwoto menambahkan, untuk menyikapi pandemic virus corona yang belum diketahui sampai kapan akan berlangsung membuat pemerintah juga mengambil langkah adanya relaksasi kurikulum. Selama kegiatan home visit para guru juga diharapkan memberikan pembelajaran terait pola hidup bersih sehat dan taat protokol.
“Selama masa pandemic ini tidak ada kewajiban ketuntasan sesuai kurikulum karena kondisi saat ini. Dan kami titipkan kepada guru sambil edukasi pada siswa termasuk orang tua tentang PHBS pola hidup bersih sehat dan taat protokol, setidanya keluar rumah pakai masker,” imbuhnya.
Dinas Pendidikan saat ini juga telah membuat SOP terkait system KBM tatap muka dan KBM daring. Saat ini system pembelajaran di tingkat SMP Kabupaten Magetan telah dijalankan melalui system daring dan luring. (DmS)

Rasi Fm - Mewaspadai penyebaran virus corona Dinas Peternakan Kabupaten Magetan menghimbau takmir masjid berlakukan protokol kesehatan selama pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Santi Trisnawati mengatakan, Dinas Peternakan Magetan saat ini telah memberikan penyuluhan kepada sejumlah takmir masjid terkait penggunaan masker dan jaga jarak bagi petugas penyembelihan hewan kurban.
“ Jadi yang biasanya mungkin banyak orang terlibat disitu 5 sampai 10 kita batasi 3 saja cukup, “ ujarnya.
Terhadap petugas penyembelih hewan kurban menurut Santi juga seharusnya dipastiken kesehatannya sebelum pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan kurban untuk mencegah penularan virus corona. Selain himbauan terkait penerapan protokol kesehatan, Dinas Peternakan juga menghimbau warga untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban di rumah pemotongan hewan karena fasilitas pemotongan di rumah hewan telah sesuai standar pemerintah. Dinas Petermakan Kabupaten Magetan menghimbau masyarakat untuk memilih hewan yang memiliki surat sehat dari Dinas Peternakan untuk menajamin kualitas hewan kurban.
”Surat edarannya berisi diantaranya himbauan untuk tetap melaksanakan kurban dilingkungan dengan protokol kesehatan, kita juga memberi saran untuk memotongkan hewan di RPH Magetan. Kita juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan hewan sebelum di sembelih,” imbuhnya.
Untuk memantau kesehatan hewan menjelang Idul Adha Dinas Peternakan Kabupaten Magetan telah melakukan pemeriksaan hewan di sejumlah pasar hewan. (DmS)

Rasi Fm – Dalam kegiatan Operasi Patuh Semeru 2020 Polres Magetan tidak hanya akan menyasar kepada pelanggaran berkendara semata, tetapi juga akan menyasar kepada kepatuhan warga akan pelaksanaan protokol kesehatan dengan kepatuhan mengenakan masker. Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengatakan, kepatuhan warga dalam mengenakan masker selain kelengkapan kendaraan merupakan upaya kepolisian dalam menekan penyebaran virus corona.
“Di situasi pandemic ini operasi patuh tidak hanya sasaran pada kelengkapan surat surat dan keamanan ketertiban kelancaran lalulintas tetapi juga kepatuhan masyarakat terkait disiplin terhadap protokol kesehatan. Secara fisik mata kita lihat penggunaan masker mejadi kewajiban masyarakat,”ujarnya Jumat (24/07/2020).

Festo Ari Permana menambahkan, meski akan menyasar kepatuhan warga dalam mengenakan masker selama Kegiatan Operasi Patuh Semeru 2020 namun ihak kepolisian akn melaksanakn secara persuasive. Kepolisian bahkan akan membagikan masker kepada pengendara yang tidak mengenakan masker saat terjaring dalam operasi patuh semeru 2020 .
“Kita juga sisipkan beberapa masker untuk diberikan kepada masyarakat, Intinya kita perhatikan protokol ini supaya dijalankan masyarakat dengan baik tidak hanya mendisiplinkan penggunaan masker tapi kita juga memberikan masker,” imbuhnya.
Operasi Patuh Semeru 2020 sendiri dilaksanakan dari tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 mendatang. Sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Semeru 2020 diantaranya pengendara yang menggunakan ponsel/HP saat berkendara, pengendara yang melawan arus lalu lintas, berkendara melebihi kecepatan, berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi di bawah umur tidak memakai helm standar SNI, pengendara yang tidak menggunakan sabuk keselamatan dan mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk. (DmS)

Rasi FM-Ratusan warga mengambil hasil rapid test di Pos Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Magetan . Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magetan Ari Budi Santosa mengatakan, sebanyak 250 warga mengikuti kegiatan rapid test gratis yang dilaksanakan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 pada Hari Rabu kemarin.
“250an kalau ada yang reaktif ya langsung kita hubungi untuk dilakukan swab. Insyaallah akan kita lanjutkan kalau animo masyarakat besar,” ujarnya Kamis (23/07/2020).
Sementara Aini salah satu warga Magetan yang mengikuti rapid test mengatakan, sangat terbantu dengan kegiatan rapid test gratis mengingat dokumen rapid test sangat dibutuhkan saat akan melakukan perjalan ke luar provinsi. Di juga mengaku kesulitan saat akan melakukan rapid test mandiri karena sejumlah laboratorium di Kabupaten Magetan kehabisan peralatan rapid test.
“Karena saya memang ada keperluan untuk keluar pulau satu bulan, rencana hari senin berangkat. Selain itu juga pengen tahu kesehatan kita terkena apa enggak. Saya sudah ke lab disekitar sini tapi rapid testnya nggak ada. Puskesmas diarahkan kesini. Jadi kalau nggak ada mau nggak mau saya ke Madiun,” kataya.
Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Magetan akan melakukan swab terhadap hasil rapid tes warga jika hasilnya reaktif. (DMS)

Page 29 of 32