Now playing

rasi

rasi

Rasi Fm - Pemerintah Kabupaten Magetan, mulai meresmikan operasional laboratorium PCR mobile seharga 3,8 miliar rupiah. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, selain melayani kebutuhan pemeriksaan specimen swab dari Magetan laboratorium mobile PCR juga akan difungsikan untuk membantu pemeriksaan laboraotium specimen swab covid 19 Kabupaten lainnya. Dengan adanya mobile container laboratorium real time PCR BSL 2, pemerintah Kabupaten Magetan hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk mengetahui tes swab. Mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik pemkab Magetan ini dilengkapi 2 unit PCR yang mampu menangani 500 sample uji swab dalam sehari
“ Sehari kalau nonstop bisa 400 sampai 500, jadi cepat. Nanti kalau kabupaten manapun minta bantu akan kita bantu. Dan reagennya itu bisa produk mana aja, jadi kalau software opensource. Ini Senin bisa kita mulai namun visitasi Pemprov baru Selasa,” ujarnya di Pendopo Surya Graha.
Bupati Magetan Suprawoto menambahkan, selain untuk kebutuhan memproses pemeriksaan laboratorium specimen swab covid 19, laboratorium mobile PCR juga bisa digunakan untuk kebutuhan pemeriksaan penyakit TBC dan pemeriksaan penyakit dalam lainnya. Mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik pemkab Magetan juga dilengkapi dengan peralatan pengolah limbah medis. Limbah medis seperti bekas swab maupun limbah pipetting akan dipanaskan disuhu tinggi melalui alat auto claff.
“ Ketika saya memutuskan membeli mobil ini saya tanya dulu efektifitas dan efisiensinya. Taruhlah covid hilang fungsinya bisa digunakan untuk pemeriksaan penyakit TBC dan lain sebagainya, kalau sekali pakai saya tidak akan beli,” imbuhnya.
Selain memiliki laboratorium mobile, pemerintah daerah Kabupaten Magetan juga telah membangun laboratorium PCR di RSUD Sayidiman untuk menangani virus covid 19 yang rencananya dioperasikan akhir bulan Oktober mendatang.(DmS)

Rasi Fm – Ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah UMKM Kabupaten Magetan berbondong bondong mengajukan bantuan untuk UMKM pemulihan perekonomian dari Kementrian Koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan Parminto Budi Utomo mengatakan, hingga gelombang pertama pertengahan Bulan Oktober pihaknya telah mengajukan hampir 28.0000 pelaku UMKM di Magetan. Untuk mengajukan bantuan UMKM pemulihan perekonomian dari Kementrian Koperasi cukup mudah dengan melampirkan foto copy KTP, Surat keterangan usaha dan surat pertanggungjawaban mutlak.
“Persyaratan punya usaha mikro omsetnya dibawah 50 juta, dia tidak memiliki kredit di perbankan, dia bukan TNI, Polri, PNS, bukan karyawan BUMN maupun BUMD. Dia mengisi form yang sudah ditentukan, ada nama, NIK, alamat domisili, alamat usaha nomor kontak person HP sama menandatangi surat pernyataan pertanggungjawaban mutlak, bahwasannya yang bersangkutan disamping memiliki usaha juga memenuhi syarat dan bersedia untuk diaudit dan sanggup mengembalikan jika tidak sesuai peruntukan,” ujarnya.
Parminto menambahkan, bantuan pemulihan perekonomian gelmbang pertama dibuka pada bulan September kemarin, sementara untuk perpanjangan pendataan gelombang ke 2 akan berakhir hingga bulan November mendatang.
“Diluar yang 27.998 lewat desa itu mungkin ada informasi kok udah cair sehingga mereka datang langsung kesini. Kita tidak bisa menolak harus melayaninya. Gelombang kedua dibuka awal Oktober sampai Jumat 16 Oktober kita dapat data 808 akhirnya kita kirim ulang. Tahap kedua nanti suratnya akhir November,” imbuhnya.
Bantuan UMKM pemulihan perekonomian dari Kementrian Koperasi dan UMKM diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk tetap produktif di masa pandemic covid 19. Bantuan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga. (DmS)

Rasi Fm – Ribut ribut soal terkait pengembangan usaha agribis pedesaan (PUAP), DPRD Kabupaten Magetan meminta Dinas Pertanian Kabupaten Magetan melakukan pendampingan terhadap kelompok tani penerima. Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno mengatakan, bantuan dari Kementrian Pertanian seharusnya bisa lebih meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita mendorong Dinas Pertanian melakukan pendampingan terhadap kelompok tani kelompok karena itu binaan Dinas Pertanian, Dampingi PUAP sehingga pengelolaan dana PUAP ini digunakan bener bener untuk kesejahteraan petani, jangan ada penyelewengan ,” ujarnya.
Terkait tindak lanjut peran DPRD dalam pengawasan terhadap pelaksanaan penyaluran PUAP menurut Sujatno pihaknya masih menunggu hasil dari langkah Kepolisian Resort Magetan yang meminta keterangan terhadap sejumlah camat. Sujatno mengaku akan mengambil langkah strategis terkait penyaluran dana PUAP karena anggaran dari Kementrian Pertanian cukup besar bagi kesejahteraan petani.
“Kita masih lihat, sekarang yang dilakukanpun sebenarnya masih dimintai keterangan. Hasilnya seperti apa, nanti kita lakukan langkah langkah yang strategis. Kita minta kepada Dinas Pertanain melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap gapoktan gapoktan yang ada di Magetan,” imbuhnya.
Sebelumnya Kepolisian Resort Magetan akan meminta keterangan kepada sejumlah camat terkait ribut ribut PUAP. Dari hasil keterangan sejumlah kelompok tani yang didapat kepolisian sejumlah kelompok tani tidak pernah mendapatkan bantuan puap, sementara sejumlah petani yang mendapat bantuan justru tidak mempertanggungjawabkan bantuan puap yang nilainya bisa ratusan juta rupiah dengan membawa kabur bantuan puap. (DmS)

Rasi Fm –Ketua Koni Kabupaten Magetan melantik 12 pengurus cabang olah raga karena masa tugas mereka telah berakhir. Ketua Koni Kabupaten Magetan Bambang Trianto mengatakan, pelantikan ke 12 pengurus cabang olah raga seharusnya dilakukan di Koni Provinsi, namun karena pandemic covid 19 pelantikan pengurud cabang olah raga Koni Magetan dilaksanakan di pendopo dan dilakukan oleh Ketua Koni Magetan. “ Kebetulan 12 cabang olah raga habis masa baktinya. Dari Koni Provinsi memberikan mandat dimasa pandemi yang 12 kami lantik sama sama di pendopo ini,” ujarnya.
Bambang menambahkan, sejumlah atlit yang berprestasi dalam kegiatan pelantikan pengurus cabang olah raga tersebut juga mendapatkan beasiswa agar lebih bisa memacu prestasi untuk kedepan. Dimasa pandemi covid 19 KONI Magetan rencananya akan memberikan bantuan kepada seluruh cabang olah raga untuk lebih meningkatkan pelatihan. “ Uang pembinaan nanti akan digunakan untuk menggiatkan pelatihan. Even kita kurangi tapi pelatihan akan kita tingkatkan,” imbuhnya.
Sementara ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno yang hadir dalam pelantikan mengatakan, dengan dilantiknya pengurus cabang oalh raga Koni Magetan pengurus cabang akan menemukan bibit bibit atlit yang potensial untuk bisa berbicara di kancah nasional. DPRD Magetan sendiri mengaku akan mengawal anggaran bagi peningkatan prestasi atlit di Magetan. “ Dengan pengurus cabang olah raga baru kita berharap ada semangat baru. Sesuai dengan fungsi penganggaran dan pengawasan tentunya alokasi yang sudah diberikan bisa dimaksimalkan untuk peningkatan pembinaan atlit,” katanya.
Bupati Magetan yang hadir dalam pelantikan tersebut berharap ada demam olahraga dimasa pandemic covid 19 sehingga selain menelurkan atlit berprestasi juga merupakan sarana untuk mencegah penularan dengan meningkatnya imunitas warga. Terhadap atlit berprestasi yang mendapat penghargaan Bupati Magetan Suprawoto berharap akan lebih berprestasi lagi dimasa yang akan datang sehingga mampu membawa nama Magetan dikancanh nasional maupun internasional. “ Saya harap ada demam olahraga, otomatis atlit atlit ini akan berprestasi. Banyak yang tidak berpikir bagaimana cara mencegah sakit. Dengan demam olah raga saya yakin biaya untuk berobat orang sakit akan bisa dikurangi,”

Rasi Fm – Ribut ribut terkait pengembangan usaha agribis pedesaan (PUAP) membuat Kepolisian Resort Magetan akan bertindak meminta keterangan sejumlah camat. Kasatreskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, pemanggilan sejumlah camat menurutnya masih berupa pengumpulan informasi terkait ribut ribut PUAP. Ribut ribut puap berawal dari sekelompok petani yang mengeluhkan tidak pernah mendapat bantuan hibah pertanian PUAP. Dari beberapa keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, sejumlah petani tidak pernah menerima bantuan sedangkan penerima PUAP lainnya bahkan tidak mempertanggungjawabkan bantuan karena membawa kabur bantuan PUAP.
“PUAP itu sendiri muncul ketika ada beberapa orang mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan hibah bantuan pertanian itu sendiri. Di sample yang kita uji di beberapa tempat sering tidak dapat ada yang kabur bahkan,” ujarnya.
Ryan menambahkan, dari keterangan sejumlah camat nantinya pihak kepolisian akan mengetahui jumlah kelompok tani dan data penerima PUAP di sejumlah kecamatan. Melalui keterangan dari sejumlah camat tersebut nantinya pihak kepolisian akan mengetahui kelompok tani mana saja yang telah menerima bantuan PUAP dan kelompok tani yang menyalah gunakan bantuan PUAP.

“Bantuan ini kan di direct langsung dari Negara ke Petani, metodenya pakai koperasi, tapi mirip bantuan yang langsung tanpa melalui dinas. Dinas hanya sebatas asesmen kelompok mana yang layak . Harapan saya dengan adanya upaya ini kedepan akan lebih baik,” imbuhnya.
PUAP merupakan program kementerian pertanian bagi petani di perdesaan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan dengan memberikan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang tergabung dalam kelompok tani. Di sejumlah daerah kelompok tani menerima bantuan PUAP hingga ratusan juta rupiah setiap kelompok tani. (DmS)

Rasi Fm – Sebulan terakhir Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Magetan menerima setidaknya 800-an asesmen untuk perijinan kegiatan masyarakat. Ketua Harian Satgas Covid 19 Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa mengatakan, satiap hari rata rata Satgas covid 19 menerima permintaan asesmen sebanyak 25 ijin. Mayoritas permintaan asesmen masyarakat adalah ijin hajatan pengantin. Untuk mendapatkan asesmen untuk kegiatan hajatan tidak sulit, bahkan hanya 5 menit masyarakat bisa mendapatkan ijin kegiatan hajatan.
“Rata rata ada 25 bisa lebih, Yang mendominasi hajatan mantu, sunatan. Ini menurut orang jawa hari baik. Kalau hajatan yang kecil cukup yang bersangkutan datang kesini, kita berikan asesmen kesehatannya, kita berikan sosialisasi disini, terus kita buatkan rekomendasi 5 menit selesai,” ujarnya.
Ari Budi Santosa menambahkan, untuk persyaratan pengajuan ijin asesmen tidak ribet. Pemohon asesemen hanya membawa surat pengantar dari Desa masing masing terkait kegiatan hajatan yang akan digelar. Bahkan Satgas juga akan memberikan asesemen ijin hajatan di kawasan zona merah. Namun keluarnya ijin menunggu tim asesmen turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan kondisi lokasi hajatan warga.
“Syaratnya cukup surat dari kepala desa bahwa dia mau punya hajat. Kalau zona merah makanya perlu adanya asesmen. Tidak serta merta tidak kita buatkan, nggak. Tetap kita asesmen kita lihat jaraknya berapa kalau masuk akal jaraknya agak jauh kita berikan,” imbuhnya.
Ari Budi Santosa memastikan jika kepatuhan warga yang mengajukan asesmen terkait protocol kersehatan mencapai 90 persen. Jika warga tidak mematuhi asesmen maka satgas covid 19 akan meminta perangkat desa mengawasi jalannya kegiatan hajatan. (DmS)

Rasi Fm - Kabupaten Magetan, kembali menjadi kawasan zona kuning covid 19 setelah beberapa bulan terakhir berada di zona orange. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid 19 Ari Budi Santosa mengatakan, dari penilaian BNPB Pusat Kabupaten Magetan kembali ke zona kuning sejak hari Selasa kemarin. Semakin berkurangnya jumlah pasien terkonfirmasi positif dan tingginya angka kesembuhan dari pasien terkonfirmasi positif menjadi indikator Kabupaten Magetan kembali ke zona kuning. Prosentase kesembuhan pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Magetan mencapai 86 persen
“ Itu yang menentukan pusat, BNPB. Itu pengaruhnya jumlah yang sembuh, oleh BNPB. Jumlah pasien terkonfirmasi 3 minggu terakhir terus turun bahkan nol, untuk kesembuhan pasien mencapai 86 persen,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan penanganan covid 19 pemerintah Kabupaten Magetan saat ini memiliki satu unit lab mobile dan laboratorium yang dibangun di RSUD Sayidiman Magetan. Rencananya pemerintah Kabupaten Magetan akan mengoperasikan kedua laboratorium akhir bulan mendatang. Saat kedua laboratorium dioperasikan, diperkirakan jumlah pasien terkonfirmasi menurut Ari akan naik mengingat saat ini untuk mengetahui hasil specimen swap menunggu 3 hingga 6 hari. Dengan beroperasinya laboratorium mobile dan laboratorium RSU Sayidiman untuk mengetahui hasil swab hanya butuh waktu 3 hingga 4 jam.
“ Ketika mobil PCR nanti beroperasi, trennya akan naik. Tapi setelah itu jumlah pasien akan turun,”ucap Ari.
Untuk menanggulangi kenaikan jumlah pasien terkonfirmasi positif pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan hotel dan fasilitas khusus untuk menampung pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala. HIngga Hari rabu data dari Satgas Penanganan Covid 19 jumlah pasien terkonfirmasi sebanyak 471 orang dimana 380 orang sembuh, 26 orang meninggal dan 65 orang dalam pemantauan. (DmS)

Rasi Fm – Belasan petani dari Desa Gebyog Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan ngeluruk ke Kantor Kepolisian Resor Magetan. Mereka mengadukan dugaan penggelapan pupuk bersubsidi oleh kios penyalur pupuk. Pengawas Gapoktan Desa Gebyog Mulyono mengatakan, petani didesanya kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis ponska. Para petani melalui kelompok tani mengaku telah membayar dahulu kuota pupuk bersubsidi jatah mereka untuk masa tanam ke 2, namun hingga masa tanam ke 3 mereka belum mendapatkan semua jatah pupuk bersubsidi. Bahkan dari pengakuan kios penyalur pupuk bersubsisi mengaku telah menyalurkan pupuk bersubsisi untuk masa tanam ke 3, padahal petani mengaku tidak pernah mengambil kuota pupuk untuk masa tanam ke 3. Kios penyalur diduga menggelapkan lebih dari 7 ton pupuk bersubsisi jatah petani.
“Kemarin sistemnya kelompok tani Desa Gebyog itu kan bayar dulu baru ada pupuk. Tapi bayarnya sesuai dengan apa kebutuhan pupuk. Ternyata setelah petani membayar disodorkan ke kios yang disalurkan itu kurang. Jenis kekurangannya yaitu jenis ponska. Dari distributor katanya sudah dikirim semua untuk kebutuhan pupuk Desa Gebyog,” katanya.
Sementara Kasatreskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, terkait pengaduan para petani Desa Gebyog pihaknya masih akan meminta keterangan sejumlah pihak terkait dugaan penggelapan pupuk bersubsidi tersebut. Dari keterangan para petani yang mengadukan kios penyalur pupuk bersubsidi tersebut, mereka mengaku telah membayar kuota pupuk bersubsidi jatah mereka namun hingga saat ini pihak kios belum bisa menyediakan pupuk bersubsidi jatah petani.
“Sejauh ini tadi sudah melakukan pengaduan kepada kami . Sejauh ini langkah yang kita ambil kita harus tahu masalah itu secara utuh, kita akan melakukan pemeriksaan kita akan teliti permasalaahn tersebut. Setelah kita tahu seluruhnya, kita mintai keterangan yang bersangkutan baru kita nanti setidaknya tahu permasalahan tersebut,” katanya.
Sebelumnya pemerintah kecamatan Karangrejo telah melakukan mediasi pada tanggal 9 September lalu antara petani dengan kios penyalur pupuk bersubsidi dengan kesepakatan kios akan memenuhi kekukarangan kuota pupuk bersubsidi dalam jangka waktu 10 hari. Kios juga menyetujui permintaan kelompok tani untuk mengalihkan penyaluran pupuk bersubsidi dari kios kepada bumdes desa Gebyog. Namun hingga akhir Bulan Oktober pihak kios belum ada realisasi dari kesepakatan yang telah di buat. (DmS)

Rasi Fm – Mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik Pemkab Magetan seharga 3,8 Miliar rupiah dalam sehari mampu mengolah 500 sample uji swap. Feri Hidayat Prasetya Manager Pemasaran Pt Karya Putra Andalan selaku penyedia mobil laboratorium PCR mengatakan, mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 milik Pemkab Magetan memiliki 2 unit PCR dimana 1 unit mampu menampung 32 sample uji swap. Dalam sekali proses 2 mesin PCR akan mampu mengolah 64 uji sample swap. Dengan 8 kali proses sample uji swap maka dalam sehari laboratorium mobile PCR pemkab Magetan mampu mengolah 500 uji sample swap covid 19. Waktu yang dibutuhkan juga tidak lama karena hanya butuh 2 hingga 3 jam hasil uji sample swap covid 19 sudah bisa diketahui.
“Ini PCRnya ada 2 unit dengan kapasitas masing masing 32 sampling. Sekali masuk kalau jalan semua 64. Itu dari proses pengambilan sample pipettingnya, ekstraksi , PCR sampai keluar hasil butuh waktu 2 hingga 3 jam sudah diketahui. Sehari kalau 500, 8 kali proses,” ujarnya.
Untuk menangani covid 19 Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki laboratorium PCR mobile diberi label mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 yang beli oleh pemerintah daerah seharga 3,8 miliar rupiah. Selain mampu mengolah sample uji swap covid 19 mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 juga dilengkapi dengan peralatan pengolah limbah medis. Sehingga limbah dari laboratorium mobile sangat aman untuk lingkungan. Tingkat keamanan laboratorium mobile juga sangat maksimal karena ruang laboratorium dibangun dari 3 lapisan bahan yang mampu menjaga ruang laboratorium tetap steril dari pengaruh lingkungan di luar.
“Limbahnya medis itu adalah kayak limbahnya swab, bekasnya pipetting kayak chip chipnya itu ada mesinnya namanya auto claff. Auto claff itu adalah pemanas itu nantinya virus apapun akan dibunuh disitu, Keluarnya limbah bersih tidak terkontaminasi virus atau apapun itu,” imbuhnya.
Selain memiliki laboratorium mobile, pemerintah daerah Kabupaten Magetan juga telah membangun laboratorium PCR di RSUD Sayidiman untuk menangani virus covid 19. Dengan memiliki laboratorium di RSUD Dr Sayidiman nantinya hanya butuh waktu 4 jam untuk mengetahui hasil swap.(DmS).

Rasi Fm – Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki laboratorium PCR mobile yang akan difungsikan untuk menangani covid 19. Mobil yang diberi label mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 ini di beli oleh pemerintah daerah seharga 3,8 miliar rupiah. Feri Hidayat Prasetya Manager Pemasaran Pt Karya Putra Andalan selaku penyedia mobil laboratorium PCR mengatakan, laboratorium mobile yang menggunakan mobil Isuzu Elf 125 PS tersebut sudah dilengkapi dengan peralatan laboratorium serta menggunakan tenaga diesel dan tenaga listrik dari luar mobil untuk mengoperasikan laboratorium.
“Didalamnya kita lengkapi dengan 2 unit PCR, ada 1 unit ekstraksi, I unit autoclave, ada 1 unit Bio sfety cabinet, setelah itu kita ada micropipette, ada refrigerator terus ada computer 3 unit dam ada printer untuk mencetak hasil swap tersebut,” ujarnya.
Feri menambahkan, kelebihan lain dari mobile container laboratorium real time PCR BSL 2 ini seharga 3,8 miliar rupiah tersebut selain memiliki peralatan laboratorium lengkap juga dilengkapi dengan peralatan pengolah limbah medis. Sehingga limbah dari laboratorium mobile sangat aman untuk lingkungan. Tingkat keamanan laboratorium mobile juga sangat maksimal karena ruang laboratorium dibangun dari 3 lapisan bahan yang mampu menjaga ruang laboratorium tetap steril dari pengaruh lingkungan di luar.
“Limbahnya medis itu adalah kayak limbahnya swab, bekasnya pipetting kayak chip chipnya itu ada mesinyya namanya auto claff. Auto claff itu adalah pemanas itu nantinya virus apapun akan dibunuh disitu, Keluarnya limbah bersih tidak terkontaminasi virus atau apapun itu,” imbuhnya.
Selain memiliki laboratorium mobile, pemerintah daerah Kabupaten Magetan juga telah membangun laboratorium PCR di RSUD Sayidiman untuk menangani virus covid 19. Dengan memiliki laboratorium di RSUD Dr Sayidiman nantinya hanya butuh waktu 4 jam untuk mengetahui hasil swap.(DmS).

Page 1 of 24