Connect with us

Ekonomi&UMKM

Bupati Resmikan Batik Parang Selo, DPRD Magetan Dorong Pengembangan dan Pemasaran

Published

on

Bupati Resmikan Batik Parang Selo, DPRD Magetan Dorong Pengembangan dan Pemasaran

Rasi fm – Pemerintah Kabupaten Magetan kembali meresmikan kampung batik di Desa Pragak Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, kampong batik Selo Parang merupakan kampong batik ke 30 yang diresmikan oleh pemeritah daerah. Dengan banyaknya kampong batik di Kabupaten Magetan diharapkan para pengrajin memanfaatkan ceruk pasar dimasa pandemi covid 19 untuk meningkatkan pemberdayaan perekonomian warga.

Salah satu cara untuk menghidupkan kerajinan batik di Magetan menurut BUpati Suprawoto melalui kebijakan bupati yang menganjurkan PNS mengenakan batik khas Magetan di saat tertentu.
“Saya nanti akan membuat kebijakan yang memungkinkan, begini, guru guru dan tenaga kesehatan boleh tidak seragam, saya katakan boleh tidak wajib. Boleh tidak seragam tetapi pakai batik khas Magetan, Pasti nanti akan banyak yang akan beli,” ujarnya.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Magetan sujatno yang turut hadir dalam laouncing batik Selo Parnag mengatakan, banyaknya ragam jenis batik di Kabupaten Magetan sudah seharusnya dikelola pemasarannya sehingga bisa menjadi trade mark Kabupaten Magetan. Banyaknya ragam batik di Magetan menurutnya harus dikelola dengan menyatukan nama batik Magetan dengan pilihan corak yang beragam. Dengan Nama batik Magetan nantinya pengelolaan promosi lebih maksimal.
Sujatno berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait lebih memaksimalkan sisi promosi sehingga batik Magetan akan terkenal dan akan memiliki nilai jual yang tinggi.
“Jadi d Magetan nanti jangan sampai ada batik parang, batik simbatan, ya sudah batik Magetan. Jadi yang diangkat Magetan, brandingnya branding Magetan walaupun nanti teridiri dari beberapa daerah, dalam rangka branding,” katanya.

Baca Juga:  Mengenal Jeruk Jawa, Yang Melanglang Hingga Negara India, Thailand dan Chili dari Desa Bibis.

Batik Pragak sendiri mulai di perkenalkan oleh pal Slaet selama 5 tahun terakhir. Ada 4 motif yang selama ini dikembangkan oleh para pengrajin sebanyak 20 orang yang tergabung dalam 2 kelompok. (DmS).

Baca Juga:  Bunga Mawar Melimpah, Desa Bedagung Kembangkan Batik Mawar

 397 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *